Friday, January 8, 2010

Orang Yang Terakhir Keluar Dari Neraka Dan Orang Yang Terakhir Masuk Surga

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku tahu penghuni neraka yang terakhir keluar darinya, dan penghuni neraka yang terakhir masuk surga; yaitu seseorang yang keluar dari neraka dengan merangkak, lalu Allah berfirman, ‘Pergilah dan masuklah ke surga.’ Begitu masuk surga ia melihat seolah-olah surga sudah penuh. Karena itu, ia lalu kembali lagi dan berkata, ‘Ya Tuhanku, aku mendapati surga sudah penuh.’ Allah berfirman, ‘Pergilah dan masuklah ke surga, karena masih ada tempat untukmu seluas dunia atau bahkan sepuluh kali lipatnya.’ Ia berkata, ‘Apakah Engkau sedang mengolok-olok aku? Atau karena Engkau Yang Kuasa lalu Engkau menertawakan aku?’ (Aku [Abdullah bin Mas’ud] melihat Rasulullah SAW tersenyum sehingga tampak gigi depannya) Konon, ia penghuni surga yang paling rendah kedudukannya.”

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Yang terakhir masuk surga ialah seseorang yang sesekali berjalan kaki, sesekali tertelungkup, dan sesekali dibakar api neraka sampai hangus. Setelah berhasil melewati neraka ia menoleh kebelakang, ‘Maha Memberkahi Allah yang berkenan menyelamatkan aku darimu, wahai neraka. Allah telah memberikan sesuatu yang tidak DiA berikan kepada siapa pun di antara seluruh makhluk yang pertama maupun yang terakhir.’ la diperlihatkan sebatang pohon lalu berkata, ‘Ya Tuhan, tolong dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh di bawah naungannya dan meminum airnya.’ Allah bertanya, ‘Wahai cucu Adam, seandainya Aku berikan pohon itu kepadamu, apakah kamu akan meminta kepada-Ku yang selainnya?' la menjawab, ‘Tidak, ya Tuhanku.' Ia lalu berjanji bahwa ia tidak akan meminta kepada Allah yang lain. Tetapi, Allah memakluminya karena ia sedang melihat sesuatu yang membuatnya merasa tidak sabar. Setelah didekatkan oleh Allah kepohon tersebut, ia pun berteduh dinaungannya dan meminum airnya.

Selanjutnya diperlihatkan kepadanya sebatang pohon yang lebih indah dari pohon yang pertama tadi. Melihat itu ia berkata, ‘Ya Tuhan, tolong dekatkan aku kepohon itu agar aku bisa meminum airnya dan berteduh di naungannya. Aku tidak akan meminta kepada-Mu yang lainnya.' Allah bertanya, ‘Wahai cucu Adam, seandaikanya Aku dekatkan kamu pada pohon itu apakah kamu akan meminta yang lainnya?’ Ia lalu berjanji lagi bahwa ia tidak akan meminta kepada-Nya yang lainnya. Tetapi, Allah memakluminya, karena ia sedang melihat sesuatu yang membuatnya merasa tidak sabar. Allah lalu mendekatkan ia ke pohon itu.

Begitu ia telah berada di dekat pohon tersebut, diperlihatkan lagi kepadanya sebatang pohon di depan pintu surga yang lebih indah daripada pohon yang pertama dan kedua tadi. la pun berkata seperti di atas, sehingga Allah mendekatkannya pada pohon tersebut. Setelah dekat, tiba-tiba ia mendengar suara-suara penghuni surga. Ia berkata, ‘Ya Tuhan, masukkan aku ke surga.' Allah bertanya, ‘Hai cucu Adam, apa yang membuat kamu berbuat seperti itu? Apakah kamu tidak senang kalau Aku beri kamu dunia dan yang sepertinya?' la menjawab, ‘Ya Tuhan, apakah Engkau sedang mengolok-olokku? Bukankah Engkau Tuhan seru sekalian alam?"'

Ibnu Mas'ud tertawa dan bertanya, "Apakah kalian tidak bertanya kenapa aku tersenyum?" Sahabat-sahabat yang lain pun bertanya, "Ya, kenapa Anda tersenyum?” la menjawab, "Karena aku melihat Rasulullah tersenyum." Mereka bertanya, ‘Lalu kenapa Anda tersenyum, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Karena Tuhanku seru sekalian alam juga tersenyum. Dia berfirman, Aku tidak mengolok-olokmu. Tetapi Aku Mahakuasa untuk mewujudkan apa saja yang Aku kehendaki."'

Bersumber dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW bersabda, "Yang paling akhir masuk surga ialah seseorang dari Juhainah. la biasa dipanggil Juhainah. Penghuni surga berkata, ‘Pada Juhainah ada kabar yang meyakinkan."' Demikian dituturkan oleh al-Mayanisyi alias Abu Hafesh Umar bin Abdul Majid al-Qarsyi dalam kitabnya Al-Ikhtiyar.

Diriwayatkan oleh Abu Bakar alias Ahmad bin Ali bin Tsabit al-Khathib dari Abdul Malik Ibnul-Hakam, dari Malik bin Anas, dari Nafi', dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya yang terakhir masuk surga ialah seseorang dari Juhainah. Penghuni surga berkata, ‘Pada Juhainah ada kabar yang meyakinkan. Bertanyalah kepadanya, apakah ada seorang makhluk yang masih tersisa?’” Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh ad-Daruquthni, dan juga oleh Malik. Kata as-Suhaili, konon namanya adalah Hannad. Wallahu a'lam.

die *Rahasia Kematian, Alam Akhirat dan Kiamat*
Imam Al-Qurthubi

kembali ke Suasana Sekolah

Minggu pertama telah berlalu, sekolah semakin sibuk dengan kegiatan P&P dan juga aktiviti lain. Dalam minggu ini banyak meeting aje...meeting kurikulum, meeting kokum dan meeting Hem. Agak bz juga la sebab ketiga-tiga bahagian saya terlibat. Borang SMM belum siap sepenuhnya baru 30% dalam minggu depan insyaAllah saya akan siapkan. Hujung minggu ini buat separuh nanti minggu depan buat yang selebihnya..

Pada minggu ini juga banyak pelajar berpindah so kenalah buat data SMM pelajar. Minggu ini sahaja ada 7 orang yang akan berpindah dan 11 jan 2010 nanti ada meeting pemilihan pelajar semula. tingkatan 6 stam pun nak mendaftar...harap2 tahun ini sekolah akan lebih ceria dan lebih baik dari tahun sebelumnya.

InsyaAllah minggu depan dah tak berulang alik dr kampung ke sekolah. Rmh sewa dah siap di baiki...Alhamdulillah...

Sunday, January 3, 2010

ALLAH

Petikan ini saya copy dari blog En. faisal Tehrani (( bolah klik di sini))

1. Saya juga bersetuju dengan Saudara seIslam saya En. Faisal Tehrani. saya juga TAK SETUJU !!! penggunaan kalimah ALLAH selain agama Islam.

2. Kalimah Allah bukan sahaja bererti Tuhan. Ia membawa sama 'nilai kesucian' yang tersendiri buat penganut agama Islam. Kerana itulah seseorang muslim dalam keadaan janabah misalnya tidak akan memegang (ayat-ayat suci) al-Quran. Kerana itulah jika kita terserempak keratan kertas bertulis 'Allah, Nabi Muhammad' di atas jalan, kita akan mengutipnya, dan cara untuk melupuskan keratan itu selalunya kita membakar ia sehingga musnah. Pendek kata Allah bukanlah semata-mata 'Tuhan'. Ia membawa 'keberatan' atau weight yang lebih mendalam.

3. Kebenaran penggunaan kalimah Allah buat penganut agama lain akan memberi kesan dalam bahasa Melayu juga. Bayangkan Allah dalam kamus Dewan Bahasa dan Pustaka bermaksud 'Tuhan Yang Esa' terpaksa dirombak, tunduk menurut ajaran Kristian dengan sisipan ayat contoh kedua: (Astaghfirullah) Jesus adalah anak Allah. Kita juga mungkin (terpaksa) merujuk gereja sebagai 'sebuah lagi rumah Allah'. Ini kerana bukan sahaja masjid lagi dapat dirujuk sebagai 'rumah Allah'.

4. Jika Allah hanyalah satu kalimat bermaksud Tuhan, maka orang Islam (Muslim India dan Melayu) Singapura tidak akan turun ke jalanraya satu masa dahulu untuk mempertahankan akidah Natrah. Kita juga tidak perlu berheboh-heboh mengenai Nur Aishah Bukhari, tidak berheboh-heboh mengenai Lina Joy. Jadi, Allah adalah lebih dari Tuhan.

5. Seperti yang pernah saya sebutkan, mintalah pendita Kristian menyelak Bible (yang asal Vatican) mereka dan tunjukkan di mana ada kalimah Allah?

6. Sebenarnya Vatican sendiri menolak pengunaan kalimah Allah untuk merujuk Tuhan. Pernahkah anda mendengar Pope Benedict (pendita rujukan penganut Katolik sedunia) misalnya menggunakan kalimah ini dalam khutbah atau misa beliau? Ini kerana dalam "Declaration on the Relation of the Church to Non-Christian Religions, The Second Vatican Council, Promulgated by His Holiness Pope Paul VI, October 28, 1965' telah pun menyatakan Allah dan Tuhan Kristian berbeza.

7. Konsili Vatican Kedua tersebut menyatakan dengan terang-terang bahawa Allah dalam al-Quran (Islam) berbeza dengan Tuhan yang digambarkan oleh kitab Bible rujukan penganut Kristian. Penyataan Konsili tersebut bermula dengan kata-kata penghormatan buat muslim tetapi menegaskan yang dalil-dalil dari Al-Quran dan Bible tentang 'Tuhan' adalah bertentangan.

8. Penyataan konsili itu menyebutkan:

Ayat dari Bible '2 John 1:9 Whosoever transgresseth, and abideth not in the doctrine of Christ, hath not God. He that abideth in the doctrine of Christ, he hath both the Father and the Son'.

Surah 19:88 They say: "(Allah) Most Gracious has begotten a son!" 89 Indeed ye have put forth a thing most monstrous!"

- Yang bermaksud - 'Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar.'

Sila rujuk surah Maryam ayat 88 dan 89.

9. Terdapat banyak ayat-ayat perbandingan lain dari Bible dan Quran lagi dikemukakan dan Declaration on the Relation of the Church to Non-Christian Religions, The Second Vatican Council, Promulgated by His Holiness Pope Paul VI, October 28, 1965' itu secara tegas menolak penggunaan kalimah Allah untuk orang Kristian. Ini kerana Vatican sendiri menyatakan; Allah menurut Islam tidak punya anak. Sedangkan dalam agama Kristian, Allah punya anak (Astaghfirullah).

10 Oleh kerana Vatican sendiri menolak penggunaan kalimah Allah untuk penyebaran agama Kristian; maka kita tertanya-tanya apakah sebabnya Kristian di Malaysia beria-ia dan bersungguh-sungguh mahu menggunakan kalimah Allah dalam gereja dan dalam akhbar mereka?

11. Umat Islam dari apa jua parti dan jalur mesti bersatu untuk mendepani 'kekeliruan' yang boleh tercetus akibat dari 'insiden/tuntutan aneh' ini. Sila berhenti menyalahkan satu sama lain dan sila berhenti menunjukkan yang kumpulan atau parti anda lebih (kononnya) terkehadapan dalam memperjuangkan isu ini. Ulama dan tokoh politik Islam yang menyokong penggunaan kalimah Allah buat orang Kristian eloklah bertaubat.

Kita berharap Yang di-Pertuan Agong dan Majlis Raja-Raja akan peka dengan isu yang boleh menjadi api dalam sekam ini di tengah-tengah usaha untuk kita memelihara keharmonian bangsa-bangsa Malaysia.

12. Menurut Islam, kalimah Allah mestilah sentiasa digandingkan dengan kalimah Muhammad kekasih-Nya. Saya tidak dapat membayangkan kalimah Allah digandingkan dengan kalimah Jesus 'selaku anaknya'. Bolehkah anda selaku seorang Muslim (tidak kiralah saudara ahli UMNO, PAS atau PKR) menerimanya?
BAGI SAYA SAYA TIDAK BOLEH MENERIMANYA!!!!!!!!

ALLAH IS ONLY ONE....

Semanga Baru dan Tarbiyyah Awal Tahun

Alhamdulillah....kini kita telah berada di tahun 2010...mulakan tahun ini dengan semangat baru...mcm kata-kata sahabat saya reza- alsabah kena ada semangat baru....

Awal tahun ini kena tarbiyyah pula...rumah sewa banjir so terpaksalah balik kampung buat sementara waktu..maybe dalam 2 minggu kot..sudah la sejuk di kampung tu..kena bangun awal pulak....hu hu..

Dari kampung kena la jalan seawal 6.00 pagi dan sampai di sekolah kira-kira dalam pukul 6.50 pagi. kena hantar adik ke sekolah dia baru saya ke sekolah tu yang agak lewat sikit tu.so kena ulang alik la dari kampung selagi rumah tu belum kering sepenuhnya.Rumah sewa dekat saja dari sekolah sebenarnya tapi terpaksa la balik kampung sebeb tiada tempat nak tidur....maybe dalam seminggu dua ini kena la bersihkan rumah sewa lepas balik dari sekolah dan terus balik ke kampung.


( rumah di kampung, tp skrang sedang kawasan sedang diratakan)

sekolah pula sudah bermula...alhamdulillah pelajar ting 1 kali ini agak berkeyakinan dari tahun lepas. moga-moga ada petanda yang baik....

buat sahabat saya Ridzuan selamat bertugas ke smka tun said kota belud, ust azril selamat posting bertugas di sk Lohan Ranau dan ust Munsif selamat posting di SK maukab..moga kita sama-sama melakar sejarah baru dalam hidup kita.

SELAMAT TAHUN 2010


SELAMAT TAHUN BARU 2010
MOGA KITA TERUS MAJU KEHADAPAN


Friday, January 1, 2010

Lorong Kematian


Mereka hanya inginkan perapian cinta yang meluruhkan jiwa dan memusnahkan gejolak nafsu. Kini Farisi telah bergabung dalam barisan untuk melingkar para sufi itu. Awalnya dia ikut berkeliling melingkar, tapi kemudian ia memberanikan diri untuk maju ke tengah lingkaran. Berdiri di tengah kerumunan para sufi itu. “Saudara-saudara! Nasib kita sama. Di syurga ini, kita terperangkap!“ Teriaknya memancing perhatian mereka. “Benar! Kita sedang terperangkap!“ Sahut seorang sufi. “Lalu, kita mau apa? Ini sudah suratan takdir!“ “Kita tak boleh menyerah! Mari kita tuntut hak kita! Tak ada kebahagiaan di syurga ini. Tak ada keceriaan, hanya kegelisahan!“ “Ya, betul! Kita harus meminta semesta yang lain, bukan seperti syurga ini!
Penulis
: Geidurrahman El-Mishry
Kod Katalog
: TBBK 1130
Kod ISBN
: 978-967-5102-62-2
Harga

: Semenanjung M'sia - RM23.00

: Sabah / S'wak: RM25.00

Mengubah Cara Memandang

Manusia hari ini suka bersangka-sangka
Ada sangkaan baik...
Ada sangkaan buruk


Orang beribadah disangka riak
Orang yang relax disangka malas
Orang yang pakai baju baru disangka menunjuk
Orang yang pakai baju buruk disangka zuhud (hina)
Orang makan banyak disangka pelahap
Orang makan sikit disangka diet
Orang baik disangka buruk
Orang buruk disangka baik
Orang senyum disangka mengejek
Orang masam disangka merajuk
Orang bermuzakarah disangka mengumpat
Orang diam disangka menyendiri
Orang menawan disangka pakai susuk
Orang nampak ceria disangka membela

mana tahu yang diam itu kerana berzikir kepada Allah
mana tahu yang senyum itu kerana bersedekah
mana tahu yang masam itu kerana mengenangkan dosa
mana tahu yang menawan itu kerana bersih hati dan mindanya
mana tahu yang ceria itu kerana cergas cerdasnya

Jauhi sikap suka bersangka-sangka kerana ia bakal memusnahkan ukhwah seperti musnahnya kayu dimakan api..
Satu benda yang kita lihat, macam-macam kesimpulan yang boleh kita buat semuanya bergantung bagaimana kita melihatnya.